Teks ini menganalisis, dari perspektif komunitas ASEAN, bagaimana proses industrialisasi di Asia Tenggara membentuk kembali pembagian rantai industri regional, perdagangan lintas batas, dan strategi sumber daya, serta mengeksplorasi koordinat barunya dalam reorganisasi rantai pasokan global.
ASEAN berencana membangun 5 kabel listrik bawah laut pada tahun 2040, tetapi di luar kelayakan teknis, ketiadaan kerangka tata kelola regional adalah hambatan terbesar. Artikel ini menganalisis tiga kesenjangan tata kelola: perencanaan, alokasi biaya, dan koordinasi kelautan, serta pelajaran dari pengalaman Eropa bagi ASEAN.
Menganalisis bagaimana KTT Finweek KL 2026 menjadi simpul kunci dari koridor fintech Uni Eropa-ASEAN, serta dampak jangka panjangnya terhadap integrasi keuangan regional.